Jumat, 22 Oktober 2010

SEKULERISME VERSUS ISLAM

 
Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci".(TQS Ash Shaff [61] : 9)


Takdir Sejarah: Kebenaran Versus Kebatilan
          Benturan antara kebenaran dan kebatilan sudah menjadi semacam takdir sejarah yang tidak mungkin dihapuskan dari kehidupan manusia.  Bahkan, sampai kapanpun, keduanya akan saling menghancurkan, mengalahkan, dan berusaha memenangkan dirinya atas yang lain.  Kebenaran tidak mungkin bisa bersanding dengan kebatilan. 

Senin, 12 Juli 2010

WARGA GAZA: KAMI DIJADIKAN PERISAI HIDUP OLEH TENTARA ISRAEL



Serangkaian kesaksian dalam laporan dalam penyelidikan Operasi Cast Lead menunjukkan bahwa warga Gaza oleh tentara IDF Israel telah digunakan sebagai perisai manusia.
Laporan - eksklusif yang diperoleh Ynet - disusun oleh Komite Publik Anti Penyiksaan Israel (PCATI) dan 'Adalah' - Pusat Hukum untuk Hak minoritas Arab di Israel, dan kedua organisasi ini berfokus terutama pada pelanggaran hak-hak tawanan Palestina yang dilakukan oleh militer Israel selama perang Gaza.
Banyak laporan sejenis yang mirip dari hasil laporan temuan Goldstone. Beberapa kasus saat ini sedang diselidiki Polisi Militer, sementara kasus lain, yang penyelidikannya telah selesai, akan ditangani oleh Jaksa penuntut umum Israel.
Salah satu kesaksian dalam laporan itu mengatakan tentara IDF menggunakan warga Palestina dan anak kecil sebagai perisai manusia, tentara Israel memaksa mereka untuk memasuki rumah, membuka pintu dan jendela serta membongkar pagar.

Minggu, 11 Juli 2010

Kamis, 08 Juli 2010

SURAT MUJAHIDAH PALESTINA UNTUK MUSLIMAH DI INDONESIA

Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.
Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.
Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Amma ba’du…

Jumat, 02 Juli 2010

MENGKRITISI PROPAGANDA: DUNIA DALAM GENGGAMAN YAHUDI

        Dalam era sekularisasi global yang didominasi ideologi Kapitalisme-Liberalisme saat ini. Masyarakat internasional khususnya lingkaran dunia muslim sudah sering kali mendengar, melihat, bahkan mengucapkan sendiri atau terus-menerus disuguhi hidangan informasi baik secara langsung maupun melalui media (mulai dari cetak hingga elektronik) mengenai eksistensi kekuatan yahudi sebagai pengendali peta global atau jalannya roda aktivitas dunia. 
Hal ini sudah menjadi santapan sehari-hari dihampir setiap tempat tanpa terkecuali di seluruh penjuru dunia, serta telah menjadi konsumsi publik dihampir seluruh kalangan, baik kalangan politisi, militer, pengamat, praktisi, intelektual, pengusaha, para pemimpin tak terkecuali kalangan muslim sendiri baik tokoh masyrakat maupun kalangan aktivis (dakwah) dan masyarakat awam, hal ini tidak lagi menjadi sesuatu yang asing bagi mereka (yang sudah mendapat maklumat terkait hal tersebut).

Balasan Untuk Surat dari Gaza kepada Umat Islam di Indonesia


Saudaraku Para Mujahid di Negeri manapun kalian berada, terkhusus buat saudara-saudaraku di Gaza yang telah menuliskan sepucuk surat untuk kami Muslim di Indonesia. Setelah saya membaca surat yang ditulis berdasarkan suara hati kalian, sungguh itu merupakan pukulan kuat yang menyadarkanku dari kelalaian yang selama ini aku & mungkin kebanyakan Kaum Muslim di Indonesia bahkan di seluruh penjuru Dunia lakukan. Cukuplah ini merupakan sebuah penyadaran kepada seluruh umat yang sejatinya masih diberikan kelapangan waktu & kesempatan yang mudah dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Dengan ini kami tak mungkin lagi bertanya mengapa kalian menulis surat ini & bagaimana situasi & kondisi kalian di sana. Karena sesungguhnya kami selama ini masih banyak yang tidak mau memikirkan kondisi saudara-saudara Muslim di tanah terjajah yang di lakukan oleh kaum Kafir Imperialis.

Mungkin kalian yang seharusnya bertanya kepada kami, mengapa kami masih saja belum sadar serta bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kami yang tidak semua orang memilikinya. Mungkin kalian harus bertanya bahwa mengapa kami & para pemimpin kaum Muslim seakan-akan tidak mau melihat atas tragedi yang menimpa kalian saudara-saudara seaqidah kami? Mendengar jeritan suara Kalian? Bahkan jangankan untuk melihat & mendengar, untuk berkata-kata saja sudah tak sanggup dilakukan? Bukankah setiap Muslim adalah Saudara? Bukankah setiap Muslim ibarat satu tubuh yang mana apabila yang satunya tersakiti maka yang lain akan ikut merasa sakit? Bukankah dalam Islam, runtuhnya Ka’bah, runtuhnya Dunia & seisinya masih ringan dihadapan Allah SWT jika dibandingkan dengan hilangnya nyawa seorang Muslim?

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia


Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini
untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku,
kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena
Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku?

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang
dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang
aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan
kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji
berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah
angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji
asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa
menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji
saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding
kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi
menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan
ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Kamis, 22 April 2010

Siapa Yang Lebih Dahulu Dimasuki Jin?

oleh Ustad Saiful Islam Mubarok
Masalah:
Akhir-akhir ini banyak orang yang kesurupan atau kemasukan makhluk gaib, yaitu setan dari golongan jin? Bagaimana cara mengatasinya bila hal itu terjadi pada keluarga atau lingkungan kita?

Kamis, 15 April 2010

family again

muslim family

family

BILA AKU JATUH CINTA

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amiin.

Apa yang kudu dilakukan sebelum khitbah?

Ini ceritanya kalo kita udah serius mau nikah lho. Jadi, untuk temen-temen yang masih belum siap kayaknya jadikan aja sebagai wawasan ya? Untuk sementara kok. Kali aja nyangkut-nyangkut dikit deh. Biar nggak buta banget. Emang sih kagak enak ati ye, cuma dapet teorinya dong. Praktiknya belum. Tapi nggak apa-apa kan? Kuat nahan aja dulu ya?

Hingga Akhir Waktu

Keluarga Samara – Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah…surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?

Kasih Sayang Rasulullah SAW

Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Alloh Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.

Memilih Wanita

Suatu malam, khalifah Umar bin Khattab RA keliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya, suatu pekerjaan yang rutin dilakukan beliau dalam kapasitas sebagai kepala negara. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu:

Proposal Nikah

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

all about syams

syams sea kuuuuu

Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?

by Ummu Raihanah

Kecantikan tetap merupakan daya tarik yang memikat setiap lelaki di dunia ini. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri! Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata, tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau menginginkan seorang istri yang cantik?

Wanita Seperti Apa yang Kau Cari ?

" Untuk segala sesuatu, Allah telah menciptakan berpasang-pasangan. Tumbuhan, pepohonan, bunga-bunga, Allah ciptakan dengan keserasian dan keseimbangan. Binatang-binatang memiliki pasangan dari jenisnya, dimana mereka bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya dan bisa mengembangbiakkan keturunan."

Selasa, 13 April 2010

Sistem Pergaulan Dalam Islam

Banyak orang berlebihan menggunakan istilah an-nizhâm al-ijtimâ‘î untuk menyebut seluruh peraturan kehidupan bermasyarakat. Penggunaan istilah ini salah. Istilah yang lebih tepat untuk menyebut peraturan kehidupan bermasyarakat adalah anzhimah al-mujtama‘ (sistem sosial). Sebab sistem ini hakikatnya mengatur seluruh interaksi yang terjadi dalam suatu masyarakat tertentu tanpa memperhatikan ada-tidaknya aspek ijtimâ‘ (pergaulan/pertemuan pria-wanita, pen).

menikah

Syabab.Com - Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi'nân/ thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia.

Ta'ruf VS Pacaran

Pilih Pacaran Atau…..Ta’aruf?
Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala.

Risalah Walimah & Nikah

WALIMAH MERUPAKAN IBADAH

Walimah berasal dari kata “Al Walam” yang bermakna Al Jamu’ (berkumpul). Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakannya adalah sunnah mu’akad berdasarkna hadist Rasulullah kepada Abdurrahman bin Aub : “Selenggarakan walimah walaupun hanya dengan seekor kambing”.

biar nggak ketukar khitbah, dg “pacaran islami” atau “setengah resmi nikah”

Bro en Sis, biar lebih mantap perbedaan antara khitbah dengan “pacaran Islami”, kamu juga kudu ngeh, rambu-rambu apa aja selama kamu melakukan khitbah, maksudnya biar nggak ketukar ama istilah “pacaran islami” atau “setengah resmi nikah” tadi:

Nikah Itu Fitrah

Sobat remaja, pernikahan adalah sesuatu yang fitrah bagi setiap manusia. Semua dari kita insya Allah akan melalui masa itu, kecuali buat kamu yang emang nggak mau nikah. Karena emang pernikahan merupakan “cara Allah” untuk mengembangkan jenis manusia. Coba perhatikan penegasan Allah dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً …(١)

Do'a dikala ragu akan dirinya...:)

Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya....:)

Minggu, 04 April 2010

Wahai Pemuda, Jadilah Martir Revolusi! by ustaz Guslaeni Hafidz

Usianya baru menginjak 23 tahun ketika seorang pemuda bernama Sulthan Muhammad Khan (Al-Fatih) putera Sulthan Murad II berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 857 H/1453M. Kota yang menjadi basis kekuatan Nasrani yang dikuasai oleh Kaisar Heraklius. Sebelumnya, seorang panglima muda berusia 25 tahun bernama Thariq bin Ziyad juga sukses membuka penyebaran Islam ke negeri Matador setelah menaklukkan 100.000 pasukan Spanyol pimpinan Raja Rhoderick pada tahun 92 H/711M.

Risalah Walimah & Nikah by ustdz revolusi cinta

WALIMAH MERUPAKAN IBADAH

Walimah berasal dari kata “Al Walam” yang bermakna Al Jamu’ (berkumpul). Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakannya adalah sunnah mu’akad berdasarkna hadist Rasulullah kepada Abdurrahman bin Aub : “Selenggarakan walimah walaupun hanya dengan seekor kambing”.

Indahnya Pernikahan

Ketika melihat pasangan yang baru menikah,saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakankebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuhmakna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabatyang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu sajamengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar”Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…

Awas, Telepon Nyasar !!! (Catatan Utk Yg Pasang Nmr Telepon di FB)

Handphone.. pasti semua orang di era sekarang ini udah ga aneh punya HP, malah yang ga punya HP dipertanyakan..."hari gini ga punya handphone????" wuiiih ga nyangka ya ternyata handphone bisa jadi kebutuhan pokok, khususnya buat mereka yang tergolong tingkat ekonomi menengah ke atas, tapi ga sedikit juga lho orang yang tingkat ekonominya keitung pas2an, ternyata punya juga...itu artinya barang ini udah bukan barang mewah lagi. klo kita tengok ke belakang, sekitar tahun 1999 yang punya alat komunikasi ini cuma mereka yang punya gelar pengusaha atau EksMud aja...tapi sekarang???? kita semua bisa liat sendiri kan..???

Kurun Waktu dan Pembatalan Khithbah

Kurun waktu khithbah adalah rentang waktu antara diterimanya khithbah (akad khithbah) hingga dilangsungkannya pernikahan (akad nikah) (Muhamad Thalib, 2002:69)
Bagi seorang ikhwan yang telah mengkhithbah akhwat, berapa lamakah rentang waktu yang harus ia lewati hingga ia dapat melangsungkan pernikahan dengannya?

Biarpun jatuh cinta tetap harus jaga iffah

Menurut Hamka, “Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri penghidupan.”

Selasa, 09 Maret 2010

3

2

1

next

fizyaa i (fisika)

d alam ni sring qt jumpai wjud glombang-mekanik,ato elktromagnet-
Glombang mrpkn suatu gjala gngguan yg mrambat dlm slang wktu trtntu k ruang sktarnya. stasiun TV,brasal dr arus listrik yg brayun dlm antena,yg brupa elktron2 bebas yg brayun naik trun spnjang antena tgak,dg frekuensi trtentu yg dtentukan oleh pngayun elektris yg trhubung dg antena tsbt. kmudian ayunan tsb drambatkn olh medium yg mngelilingi sumberx k ruang skitarx

Sifat-sifat Rasulullah SAW sebagai pendidik

a. Kasih Sayang
Kasih sayang (Rahmah) adl sifat yg wajib dmiliki oleh stiap pendidik.krn itu,orang yg hatinya keras,tdk layak menjadi pendidik.Sebab,kasih sayang yg mrupakn grakan kalbu dan kpedihan hati adl modal prasaan yg scr otomatis,bs mndorong pndidik, n menolak utk tdk suka mringankn beban orng yg dididik. Kita smua tahu,bgaimana Rasulullah SAW telah memendekkan sholatnya ktk bliau mndngar tangisan anak kecil
di belakang shaf,karena kasih sayang beliau kpd ibunya yg mrasakan kpedihan atas tangis anaknya.

Kamis, 25 Februari 2010

skandal Century

Ichsanudin Noorsy: Skandal Century Lebih Besar dari Teror Bom

Pengamat kebijakan publik, Ichsanudin Noorsy menyatakan bahwa skandal bank century yang mencaplok uang negara sebesar 6,7 trilyun jauh lebih besar kejahatannya dibanding teror bom.

“Skandal century merupakan teror kebijakan yang berdampak luas dan merugikan seluruh rakyat Indonesia. Dan ini jauh lebih jahat dari teror bom,” ucap Noorsy di sebuah acara diskusi di Jakarta siang tadi.

Khilafah-IMAM al-MAHDI-

"Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi"

Dalam kitab “Masâil Fiqhiyyah Mukhtârah”, cetakan kedua (2008), karya Syaikh Abu Iyas Mahmud Abdul Lathif bin Mahmud (Uwaidhah), terdapat jawaban atas pertanyaan seputar Imam Mahdi dan aktivitas untuk menegakkan Khilafah. Mengingat pentingnya masalah ini, maka tulisan ini kami persembahkan kepada para pengunjung situs agar semua dapat mengambil faedah darinya, in sya’ Allah, jika Allah SWT berkehendak.

Pertanyaannya: Tidak sedikit di antara kaum Muslim—khususnya mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama—yang menyakini bahwa Khilafah akan kembali tegak. Dan Khilafah yang akan tegak kembali itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yang mereka maksudkan dengan itu adalah Khilafah Rasyidah. Namun, aku tidak melihat mereka itu melakukan aktivitas untuk menegakkan Khilafah ini. Apabila mereka ditanya tentang alasan mengapa mereka berdiam diri (tidak melakukan) aktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka menjawab bahwa Imam Mahdi-lah kelak yang akan menegakkannya. Dan sebelum datangnya Imam Mahdi, Khilafah tidak akan pernah tegak. Oleh karena itu, tidak perlu menyeru mereka untuk beraktivitas menegakkan Khilafah. Sehingga, pertanyaannya: Apakah Khilafah akan tegak secara nyata; dan apakah Imam Mahdi yang akan menegakkannya?

Selasa, 23 Februari 2010

bulan dan bintang

Bulan dan Bintang

Bulan cahayanya menawan
menerangi kegelapan malam

Bintang sinarnya berkelipan
menghiasi cahaya bulan

Bulan dan bintang menjadi saksi kebesaran Ilahi

Bintang-bintang bertaburan di angkasa raya panduan mereka yang berkelana melintasi bumi

Perjalanan bulan melintasi cakrawala petunjuk perkiraan tahunan

Bulan dan bintang menjadi saksi kebesaran Ilahi

Sinar mentari menyinari
bumi Allah kemudian ceria kembali
Awan berarak dengan bebas memayungi alam semesta
Tunduk dan syukur pada Ilahi
Karena karunia yang begitu melimpah
Bulan dan Bintang adalah bukti kekuasaan Allah 

matahari

Matahari

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi

Demi siang hari bila menampakkan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi

Demi langit beserta seluruh binaannya
Demi bumi serta yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya

Allah....Subhanallah....
Allah....Subhanallah....
Allah....Subhanallah....
Allah....Subhanallah....

Allah mengilhamkan dua jalan pada manusia
Jalan kefasikan dan Jalan Ketaqwaan

Beruntung bagi yang mensucikannya
Merugi bagi yang mengotorinya
Subhanallah....



Minggu, 21 Februari 2010

Dedengkot JIL hina Rasulullah SAW, tuduh islam menyimpang

Hari Rabu (17/2/2010), ruang sidang MK dikejutkan dengan pernyataan saksi ahli yang dihadirkan oleh pemohon uji materi UU 1/PNPS/1965, Lutfi as-Syaukani yang menyatakan, bahwa kesalahan Lia Eden, sama dengan kesalahan Nabi Muhammad saat awal kemunculan Islam (detik.com, 17/2/2010).

Minggu, 14 Februari 2010

Iman dan Istiqomah

Dari Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Ya Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu ucapan yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun setelahmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah!” (HR Ahmad dan Muslim).

love Islam

just remember Allah

Cinta dan benci karena Allah

Cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah karena keimanannya kepada Allah dan ketaatan kepadaNya. Benci karena Allah adalah membenci hamba Allah disebabkan oleh kekufuran dan perbuatan maksiatnya.

Allah mempunyai hamba-hambanya yang bukan nabi dan bukan syuhada, tapi para nabi dan syuhada tertarik dengan kedudukan mereka disisi Allah. Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, siapa mereka dan bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka.” Rasulullah bersabda, ”Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki nasab dan harta yang mereka kelola bersama. demi Allah, keberadaan mereka adalah cahaya dan mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut. Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih.’ Kemudian Rasulullah membacakan ayat -ayat Allah,”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS.Yunus : 62)


Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, ”Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk Syurga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya dari pada orang yang lainnya. Ia akan digabungkan bersama dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.” (HR. Al-Bazar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr)

Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata,”Semoga Allah mengabulkan, dan bagimu semoga mendapat yang sepadan” (HR.Muslim)

Barangsiapa yang meminta perlindungan karena Allah, maka lindungilah ia. Dan barangsiapa yang meminta kepada kalian atas nama allah, maka berilah ia. Dan barangsiapa yang meminta keamanan karena allah, maka berikanlah keamanan kepadanya. Barangsiapa yang memberikan kebaikan kepada kalian, maka balaslah dengan yang setimpal. Apabila kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian mengetahui bahwa kalian telah membalasnya dengan sepadan. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

BENCI KARENA ALLAH

Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril dan berfirman,”Sesungguhnya aku membenci si fulan, maka bencilah ia.” Rasulullah SAW bersabda, ”Kemudian Jibrilpun membencinya dan menyeru kepada penghuni langit, sesungguhnya Allah telah membenci si Fulan, maka bencilah ia.” Rasulullah bersabda, ” Kemudian, mereka pun membencinya dan setelah itu kebencian baginya akan diletakkan di bumi.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang suka menentang atau mendebat perintah Allah. (Mutafaq Alaih)



Hikmah Yang bisa kita ambil adalah apabila kita mencintai dan membenci sesuatu janganlah terlalu dicintai dan dibenci, jadikan kebencianmu dan kecintaanmu terhadap sesuatu karena alloh SWT dan Rosul_NYA. sebagaima Alloh SWT berfirman "boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.(TQS : 2 : 216)

Wanita muslimah juga wajib belajar ilmu syar'i

Wanita merupakan bagian dari elemen masyarakat. Sehingga secara otomatis, mereka juga memiliki andil dan tugas dalam menata dan memperbaiki masyarakat. Tidak ada keraguan lagi, untuk melaksanakan tanggung jawab dalam membina diri sendiri dan masyarakat, mutlak membutuhkan ilmu. Konsekuensinya, kaum wanita juga harus memiliki ilmu untuk menjalankan tanggung-jawab tersebut. Karenanya, ia bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan ibadah shalatnya, ibadah puasanya, pembayaran zakatnya, ibadah hajinya, usaha pemurnian aqidahnya, aktifitas amar ma'ruf nahi munkar dan semangat berlomba dalam setiap kebaikan. Ringkasnya, seluruh kandungan risalah Islam yang termaktub dalam Al-Qur`ân maupun Hadits tentang kewajiban seorang muslim, memiliki makna bahwa wanita juga berkewajiban untuk mempelajari dan mengajarkannya, baik secara teori maupun dalam amaliah nyata.

Semua orang telah memahami bahwa ajaran Islam memuat unsur ibadah, qiyâdah (penataan), siyâsah (pembinaan masyarakat) dan sosial kemasyarakatan, ekonomi dan semua sendi kehidupan. Untuk menelaah dan mendalami semua itu, tidak begitu saja bisa diperoleh tanpa usaha. Namun harus dengan upaya pembelajaran dan berguru. Karenanya, mempelajari ajaran Islam –sebuah agama yang mempunyai cakupan ilmu yang luas, integral, mendalam lagi beragam– menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Sehingga tidak mengherankan apabila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim".

Namun kenyataannya, ada saja yang berkomentar dengan sekedar bersandar pada tekstual hadits belaka tentang hukum wanita menuntut ilmu adalah nâfilah (sunnat) semata dan bukan wajib. Padahal sebenarnya kata "muslim" dalam hadits di atas bermakna orang yang telah beriman kepada risalah Islam baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Sehingga penakwilan semacam itu merupakan pemaknaan yang tidak benar. Oleh karena itu, Islam menaruh perhatian yang khusus pada pendidikan dan ilmu syar'i yang bermanfaat bagi mereka.

Bagi yang memperhatikan risalah Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, pastilah ia bisa mengetahui bahwa Islam dengan seluruh kandungan perintah dan larangannya, tidak dibatasi hanya untuk kalangan kaum Adam saja. Akan tetapi, kaum Hawa juga menjadi bagian dari perintah dan larangan risalah tersebut. Semua nash dalam al-Kitab dan as-Sunnah memberikan penjelasan adanya kesamaan kewajiban antara laki-laki dengan perempuan dalam semua hal, kecuali beberapa hal saja yang memang sudah menjadi kekhususan masing-masing. Bahkan terdapat dalil yang jelas menerangkan beban syariat yang secara khusus hanya diarahkan kepada kaum wanita, sebagaimana tertera dalam Al-Qur'ân:

"Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (Sunnah Nabimu)" [al-Ahzâb/33:34].

Begitu pula yang dikatakan Ibnu 'Abbas dalam menafsirkan ayat:

وقلن قولأ معر فا

"(dan ucapkanlah perkataan yang baik - al-Ahzâb/33 ayat 32)", maksudnya, perintahkan kepada mereka untuk ikut serta beramar ma'ruf nahi munkar.

Maka, di antara peran terpenting bagi para wanita yang berkiprah di medan dakwah, yaitu mengajarkan ilmu syar'i, memberikan pengarahan dan bimbingan, dan melakukan tarbiyah dan pembinaan. Terlebih lagi dalam menangani urusan rumah tangga dan urusan suami, ia sama halnya dengan seorang wanita yang bergerak dalam aktifitas-aktifitas dakwah, secara tidak langsung memiliki peran penting melalui tutur-tutur katanya yang tertulis maupun terekam. Dengan itu, ia telah mengerahkan tenaga dan pikiran sebagai sumbangsihnya bagi agamanya.

Perlu diketahui, semenjak awal Islam, sudah terdapat perintah untuk memberikan pengajaran kepada para perempuan tentang ilmu-ilmu syar'i. Meski, pada beberapa keadaan ada yang menentang masalah ini. Namun perlu digarisbawahi, penolakan tersebut sesungguhnya pada persoalan mempelajari syair-syair yang mengandung unsur amoral, ilmu filsafat, atau mempelajari perkara-perkara yang mengakibatkan ikhtilâth (bercampurnya) antara laki-laki dengan perempuan. Akan tetapi, apabila yang dipelajari adalah ilmu syar'i yang jelas bermanfaat, maka tiada larangan di dalamnya. Bahkan terdapat anjuran untuk mendalaminya, karena ilmu syar'i tersebut bisa membenahi jiwanya, moralnya, dan perasaannya melalui aqidah yang shahîh, pedoman-pedoman agama yang luhur dan pengetahuan-pengetahuan yang akan menerangi akalnya dan memperkuat pendiriannya dalam menghadapi urusan-urusan duniawi.

TIDAK ADA PERBEDAAN UNTUK BELAJAR ANTARA LELAKI DAN WANITA
Begitulah, tidak ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan dalam masalah mencari ilmu. Siapa saja, muslim dan muslimah yang enggan mempelajari hukum-hukum agama, cara berhubungan dengan Rabbnya, enggan mempelajari cara pembinaan jiwa, norma sosial, inti moral dan tata krama kehidupan, maka ia telah terjerumus dalam dosa karena meremehkan ilmu-ilmu tersebut. Yang berarti dia pun telah menyodorkan dirinya pada kehidupan nista karena keterlambatan dalam menggapai dunia dan akhirat. Padahal semua itu merupakan ilmu yang bermanfaat, dan akan membebaskan seseorang dari kebodohan dan ketidakpekaan pada kebenaran, serta menghindarkannya dari sekedar orientsi keduniaan semata.

MEREKA TELAH MAJU
Dalam konteks kesetaraan derajat wanita dan lelaki dalam mendapatkan ilmu ini, sungguh tidak ada yang lebih membuktikannya daripada keberadaan wanita muslimah dalam naungan Islam. Mereka telah mencapai derajat yang tinggi dalam keilmuan.

Lihatlah para sahabiyyah (sahabat wanita), mereka semangat mengerjakan shalat jamaah bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di masjid, sepaya bisa memperoleh pengejaran dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal semua bersepakat tanpa ada perbedaan pendapat, bahwa seorang wanita melaksanakan shalat di rumah, itu lebih afdhal daripada shalat di masjid. Kemudian, dikarenakan jumlah mereka banyak, akhirnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan sebuah pintu masjid bagi mereka hingga sampai sekarang ini di masjid Nabawi, yang diberi nama "Babun Nisaa'", artinya pintu khusus untuk para wanita.

Al-Baladzuri menyebutkan dalam kitab Fûhul Buldân: "Jumlah wanita muslimah terdahulu yang mempelajari baca tulis adalah separo jumlah laki-laki yang mampu baca tulis." Al-Baladzuri juga menceritakan bahwasanya Ummu Kultsûm binti 'Uqbah cakap dalam menulis.

Diriwayatkan bahwa asy-Syifâ` al-Adawiyah dari Bani (Suku) 'Adi, keluarga besar 'Umar bin Khaththâb diminta Nabi untuk mengajarkan kepada istri beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Ummul-Mukminiin Hafshah binti 'Umar bin Khaththâb cara menulis indah.

Ummul-Mukminiin 'Aisyah binti Abi Bakar dan Ummul-Mukminîn Ummu Salamah juga memiliki kemampuan membaca, walaupun belum sampai pada derajat mahir dalam menulis. Al-Wâqidi menyebutkan bahwa Karîmah binti al-Miqdâd bisa membaca dan menulis.

'Aisyah binti Sa'ad berkata: "Ayahku telah mengajarkan kepadaku tulis-menulis".

Begitu pula dalam hal pengajaran, para wanita sahabiyyah juga mampu berkompetisi dengan kaum laki-laki. Misalanya, seperti halnya 'Aisyah Radhiyallahu 'anha telah meriwayatkan kurang lebih dua ribu hadits, begitu pula saudarinya yang bernama Asma' juga telah meriwayatkan sekitar 50 hadits. Dan masih banyak lagi di antara muslimah sahabiyyah selain keduanya yang banyak meriwayatkan banyak hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ummu Darda yang dikaruniai ilmu pernah berkata: "Sungguh aku telah merasakan dan menjalankan berbagai macam ibadah, namun yang paling bisa merasuk dan menyembuhkan jiwaku ialah tatkala duduk dan dzikir di hadapan para ulama".

Imam Nawawi sendiri mengakui kefaqihan Ummu Darda` ini dengan pujiannya: "Semua telah bersepakat tentang kefaqihan dan kehebatan Ummu Darda` dalam hal pemikiran dan pemahaman. Beliau Radhiyallahu 'anhuma hidup pada masa Mu'awiyyah".

Demikianlah, Islam tidak melarang para wanita untuk belajar agama. Tidak mengapa bagi para wanita untuk mencari jalan kemajuan bagi dirinya. Bahkan para ahlu ilmi dan ahli fiqh zaman terdahulu maupun sekarang sepakat, bahwa menuntut ilmu syar'i yang menjadi kebutuhan pokok adalah fardhu 'ain atas mereka. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan dalam hal ini. Laki-laki dan perempuan kedudukan yang sama dalam kewajiban bersyariat, dan begitu pula dalam mendapatkan balasan di akhirat, kecuali dalam beberapa aturan syariat tertentu, Allah Subhanahu wa Ta'ala membebaskan kaum wanita dari tugas tersebut. Baik, karena aturan-aturan itu mengandung unsur yang memberatkan wanita dalam menjalankannya, atau karena memang tidak sesuai dengan tabiat wanita, atau lantaran bertentangan dengan tugas utama penciptaannya, atau mengakibatkan kerusakan sosial seperti seperti ikhtilâth (percampuran antara laki-laki dan perempuan) dan lain-lain. Adapun aturan-aturan agama lainnya, wanita memiliki kesamaan dengan kaum lelaki dalam mengemban kewajiban-kewajiban dan aturan-aturan syariat.

Ada satu riwayat, bahwasanya Asma` binti Yazid bin Sakan Radhiyallahu 'anha pernah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sembari berkata: "Aku adalah seorang utusan dari orang-orang yang berada di belakangku dari sejumlah wanita muslimah. Semuanya berkata dan berpendapat seperti perkataan dan pendapatku sekarang ini, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutusmu untuk kalangan laki-laki dan perempuan'. Kami semua juga telah beriman dan dan berittiba` (mengikuti) kepadamu. Namun kami –para wanita- memiliki gerak terbatas, menjadi pihak yang menangani urusan rumah tangga belaka. Sedangkan kaum laki-laki bisa memperoleh keutamaan yang sangat banyak dengan menunaikan shalat berjama'ah, ikut mengiringi jenazah dan bisa berangkat jihad. Tatkala mereka pergi berjihad, maka kamilah yang menjaga harta-harta dan merawat anak-anak mereka. Maka, apakah kami juga dapat menuai pahala yang sama dengan mereka, wahai Rasulullah?"

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat, seraya berseru: "Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agamanya yang lebih baik daripada pertanyan wanita ini?"

Para sahabat Radhiyallahu 'anhum menjawab: "Belum pernah, wahai Rasulullah."

Lantas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Pulanglah engkau wahai Asma`, dan beritahukan kepada para wanita di belakangmu bahwa baiknya perlakuan salah seorang dari kalian kepada suaminya, semangatnya dalam mencari keridhaan (suami)nya dan terus mengikuti keinginan suaminya, maka pahala itu semua sama dengan apa engkau sebutkan tadi (tentang keutamaan kaum lelaki yang berpahala besar)".

Kemudian Asma`pulang sambil mengucapkan tahlil dan takbir dengan penuh kegembiraan mendengar jawaban dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

JANGAN TERPEDAYA OLEH PROPAGANDA BARAT
Namun ironisnya pada abad-abad terakhir ini, kaum wanita terhalang untuk mencari ilmu. Sehingga ketidaktahuannya tentang agama menimbulkan dampak kemunduran dan keterbelakangan kaum muslimin. Ibu-ibu yang tidak memiliki ilmu akan melahirkan anak-anak yang bodoh dan lemah akal.
Seorang penyair melantunkan:

وَإِذَ النِّسَاءُ نَشَأَتْ فِيْ أُمِّيَةٍ رَضَعَ الرِّجَالُ جَهَالَةُ وَخُمُولاً

Apabila wanita tumbuh dalam kebodohan,
maka kaum laki-laki menelan kebodohan dan kelemahan.

Oleh karenanya, termasuk kemajuan yang terpuji, yakni dengan dibukanya pintu pendidikan bagi remaja putri dan meningkatnya istri-istri dan ibu-ibu yang membekali diri dengan ilmu syar'i di tengah masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan kebimbangan dalam masalah hukum agama pada seorang pun.

Adapun ilmu yang wajib dimengerti oleh setiap muslim dan muslimah, ialah ilmu-ilmu agama yang terpenting (dharuuri). Bukan ilmu yang mengandung unsur kedustaan yang dipropagandakan oleh orang-orang yang berkiblat ke negeri Barat dan para penyeru kebebasan mutlak, pencampakan rasa malu dan melakukan tindakan amoral dengan mengatasnamakan mencerdaskan otak. Mereka menamakan tarian, belajar nyanyian, musik, drama, film dan sandiwara sebagai ilmu. Begitu pula segala yang bisa menjadi pintu kerusakan wanita, entah bersumber dari budaya Barat atau Timur sebagai ilmu yang harus dipelajari.

Itu semua merupakan propaganda dusta dan perbuatan negatif yang meruntuhkan aspek kejujuran, nilai-nilai kebenaran dan ilmu yang shahîh.

Adakah korelasi antara pendidikan dan kaum wanita dengan tabarruj (bersolek), pamer kecantikan dan berjalan di jalanan tanpa arah dan tujuan layaknya wanita telanjang? Apakah aurat yang tersingkap dan pakaian sempit, transparan lagi memperlihatkan lekuk tubuh secara nyata merupakan sarana untuk memudahkan ilmu mudah untuk dipahami? Apakah hubungan itu semua dengan perolehan ilmu?

Sungguh termasuk kesalahan fatal yang paling mendasar, yakni mengadopsi budaya dari dunia Barat maupun Timur yang baik -kalau ada- atau buruk tanpa seleksi dan pemilahan. Padahal, budaya yang pantas bagi mereka belum tentu pantas untuk kita. Sebab, ajaran agama kita bertentangan dengan kebiasan mereka. Dan gaya hidup kita tidak selaras dengan kebiasaan mereka.

Adapun mengikut di belakang propaganda kebebasan dan berpartisipasi di belakang kepalsuan-kepalsuan, hanya akan menyeret kita pada musibah demi musibah, kehinaan, dan kehilangan jati diri serta kehancuran.

Semoga Allah mengentaskan setiap muslimah dari lumpur kemaksiatan. Membimbing mereka di atas jalan yang lurus dan bisa kembali di atas aqidah shahiihah, bimbingan dan arahan-Nya, hingga mereka semua bisa mengeyam kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Walhamdulillahi Rabbil 'Âlamîn.
by mw

Selasa, 09 Februari 2010

from c h i i :)


wahai manusia, bermaksiatlah, tapi sekali2 jangan memakai nikmat Allah
wahai manusia,langgarlah perintah RobbMu, tapicoba, cari tempat yang tidak diketahui olehNya
Maka tak akan ada tempat bersembunyi untukmu