Sekilas tentang Goresan Insan Revolusioner
Judul ini terbetik di benak karena kebesaran hati seorang sahabat yang dengan rela memberi bantuan dengan tanpa pamrih
Kegigihannya dalam memperjuangkan revolusi dunia untuk Islam begitu menggebu-gebu
Tak ada keraguan sedikitpun dalam benaknya untuk terus memperjuangkan Islam
Tak ingin dipuji dan tak ingin di bayar dengan sanjungan mausia
Keinginannya hanya mendapatkan keridhoan Robb yang dia cintai
Sahabatku pun terjun di kancah perjuangan menegakkan kembali Islam tak peduli panas dan teriknya matahari
Tak berharap mendapat bayaran dari makhluq sekalipun tawaran senilai matahari dan bulan di tangannya
Cita-citanya ingin menjadi gerbang pembuka bagi Islam seperti Muhammad al-Fatih yang menaklukkan kota Konstantinopel di umurnya yang baru 24 tahun
Revolusi adalah kata yang selalu ia dengungkan kepada teman, kerabat, dan orang-orang di sekitarnya agar kembali membumi di Indonesia yang telah bobrok sistemnya
Pesannya adalah:
Sesama muslim harus saling membantu karena itu adalah jalan menuju kesempurnaan iman
Sesuai Hadist Rasulullah SAW:
Tidak sempurna iman sorang muslim hingga dia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti mencintai dirinya sendiri
Sahabatkupun sibuk bertransaksi dengan Robb pencipta semesta alam
Tekadnya adalah menghancurkan ideologi sampah dan meninggikan kemuliaan ideologi Islam dengan mengajak kaum muslimin untuk bergerak bersama menggelegarkan seruan revolusi di seluruh penjuru Indonesia dengan bermodal keterbatasannya sebagai manusia
Namun dengan keyakinan akan janji RobbNya
Dia berjuang sebisa mungkin karena dia yakin bahwa dia adalah spesial dan mampu menembus batas normal manusia
Tujuannya:
Mendapat Ridho Allah dan bisa berkumpul dengan Nabi dan Rosul serta para Syuhada’ dan orang-orang yang dicintainya kelak di akhirat
